Pembelajaran di kelas berlangsung dengan metode diskusi kelompok dan presentasi. Siswa diajak menganalisis permasalahan budidaya tanaman yang sering ditemui petani di sekitar Kualuh Selatan.

Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat. Hasil diskusi kemudian dikaitkan dengan kegiatan praktik di lahan sekolah.

Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran.